Jumat, 08 November 2013

Sekilas Tentang PACARAN
Menarik Loh ^^
Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-Isra : 32). Sebuah kultum yang bertema “SUDAHI” Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam. Yang ada dalam Islam adalah yang disebut "Ta'aruf" dan “Khitbah” . Masa ini adalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah Ta'aruf memutuskan untuk membatalkan, tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah. Dalam keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman, maksudnya ada orang ketiga. Dan hanya membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan.

Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak sekarang adalah haram. Mengapa haram? Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan dimana zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Oleh karena itu ayatnya berbunyi sebagaimana yang dikutip di awal daktum ini. Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ? Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercanda kemudian baru berbuat zina yang terkutuk itu. Dalam hukum Islam umumnya, manakala sesuatu itu diharamkan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan yang diharamkan itu diharamkan juga. Misalnya minum arak, bukan hanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya, yang duduk bersama orang yang minum tersebut juga diharamkan. Demikian juga halnya dengan masalah zina. Oleh karena itu maka syariat Islam memberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Allah Maha Tahu tentang kelemahan manusia. Berikut ini adalah pencegahan agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan :
1.      Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan.

Nabi Saw bersabda : “Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.”  Setan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa AS bahwa apabila laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka. Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar. Kita harus saling menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina.
Oleh karena itu Allah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).

*Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga).

Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau berbuat zina. Misalnya Nabi bersabda : “Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). Dalam hadits yang lain : “Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Allah akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka). Oleh karena itu Syekh Sharwi menggambarkan : seandainya ada seorang wanita cantik yang sudah hampir telanjang di sebuah kamar, kemudian ditawarkan kepada seorang pemuda … “Maukah kamu saya kasihkan perempuan itu untuk kamu semalam suntuk, tapi besok pagi saya akan masukan kamu ke kamar yang sebelahnya, yang penuh dengan api, apakah mungkin anak muda itu akan mau untuk menikmati tubuh wanita semalam suntuk kemudian digodok keesokan harinya dalam api?
Nah ketika kita tergoda untuk berbuat zina, coba bayangkan kalau kita meninggal ketika itu, bagaimana nasib kita? Tiada dosa yang lebih besar setelah syirik kepada Allah daripada meneteskan air mani dalam suatu tempat (kehormatan) yang tidak halal baginya. Neraka Jahannam mempunyai “Tujuh pintu gerbang” (QS. Al-Hijr : 44), dan pintu gerbang yang paling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau adalah diperuntukan bagi orang-orang yang suka berzina setelah dia tahu bahwa zina itu haram.

Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat. Kita lihat saja di Amerika Serikat, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbul berbagai penyakit. Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya, sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya. Oleh karena itu, jalan keluar bagi para pemuda yang tidak kuat menahannya adalah :
Menikah, supaya bisa menjaga mata dan kehormatan.
Kalau belum siap menikah, banyaklah berpuasa dan berolahraga
Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat
Dekatkan diri dengan Allah, dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca shalawat, shalat berjamaah di Masjid, menghadiri pengajian-pengajian dan berteman dengan orang-orang yang shaleh yang akan selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus. Dan ingat bahwa Allah telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya pasti akan jatuh pingsan karena kecantikannya. Coba anda bayangkan saja siapa menurut anda wanita yang paling cantik di alam dunia ini, maka pastilah bidadari itu entah berapa juta kali lebih cantik dari wanita yang anda bayangkan itu.
1)      Hukum : Islam dengan tegas tidak mengijinkan adanya hubungan pacaran / mesra / intim / berduaan antara lawan jenis di luar pernikahan, baik itu di dunia maya maupun nyata. Meskipun ngakunya gak pacaran. Ataupun dengan alasan bahwa nantinya akan menuju pernikahan a.k.a 'TAARUF'.
Solusi: Yang diperbolehkan adalah dengan taaruf yang syar'i, bertanya kepada orang-orang shaleh, keluarganya, atau temannya, tentang wanita tersebut. Datangilah dari pintu depan, bukan dari pintu belakang.
2)      Hukum: Taaruf lewat dunia maya, melalui tukar foto, chating, email, dsb juga tidak diperkenankan. Karena bisa sangat mudah disusupi kecurangan, permainan dan tipu daya diantara keduanya.
Solusi: Yang diperbolehkan adalah bertanya kepada keluarganya, dan kemudian meminta kepada keluarga si wanita, untuk dapat melihatnya. Baru setelah itu, mau disepakati atau tidak. Dengan ini, kedua belah pihak tidak ada jalan untuk saling menipu.
3)      Hukum: Islam melarang adanya hubungan antar lawan jenis kecuali dalam koridor pernikahan, dalam bentuk apapun. Termasuk berbicara, chating, email, dsb yang tidak perlu dan tidak penting. (al-Ahzab : 53) Nah, kalaulah berbicara yang tidak penting lewat perantara maya saja dilarang, bagaimana dengan interaksi tanpa perantara (dunia nyata)?
4)      Nasehat untuk wanita: alangkah jauh lebih baik kalau hubungan ini diputus, dan aktivitas tersebut dihentikan. Karena banyak orang menjadi korban lewat jalan ini. Toh kalaupun lelaki itu emang lelaki baik-baik, maka dia akan lewat jalan yang baik pula, dengan cara mendatangi keluarganya. Dan jangan begitu saja diterima, tapi tanyalah dulu tentang keluarganya, keadaannya, akhalaknya, dan interaksi dia dengan masyarakat lainnya.

Secara sederhana, taaruf itu begini, "Kita berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya." Dengan ruhnya adalah kejujuran dan keterbukaan.
Untuk itu, sebelum terlambat, sebelum ajal mendekat, sebelum ditutupnya pintu taubat, marilah kita sesegera mungkin, bertaubat, berusaha menjauhi sejauh mungkin hal-hal yang dilarang oleh agama, karena sesuatu hal yang baik menurut kita, belum tentu baik di mata Allah SWT
Demikian daktum singkat yang bias saya sampaikan, jika banyak kesalahan, itu datang dari saya karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Semoga bermanfaat.